Suatu
ketika dan setiap kali ada orang bertanya pada saya. "Suaminya kerja
dimana?" Jawabku pasti, "kerjanya jauuh.... di luar negeri". Dan lanjut si penanya, "Wah...
TKI ya?, duuuh....". “Kok bisa kuat sih jadi istri TKI…???” , “kalau saya
yang ngalamin, pasti dah gak kuat deeh..., ditinggal suami sehari saja, saya
sudah bingung harus ngapain.” Ujarnya.
Tidak
sedikit yang menanyakan kepulangan suami saya. “kapan suaminya pulang?” Bahkan tidak
sedikit juga yang merasa kasihan
terhadap saya, tidak ada suami disamping saya, terlebih saya hanya baru menikah
1,5 bulan kemudian ditinggal dalam waktu yang lama. Saya cuma senyum2 ajah...
Meskipun dalam hati sebenarnya saya bertanya, “emangnya kenapa yaa.. kalo
suamiku TKI?". Saya nggak tau apa yang ada dalam pikiran mereka kalau
denger profesi seorang TKI. Perasaan..... biasa saja dech jadi istri TKI. Selama
ini saya enjoy saja menjalani kehidupan bersama suamiku. Memang siih...banyak
diluar sana desas-desus yang mengecilkan seorang TKI, tanggapan negatif
terlebih yang sering kudengar. Ada yang mengatakan seorang TKI itu identik dengan
banyak wanita, playboy sejati atauu… gemar melakukan hal negatif. Yaaah....Aku memang
tidak menampik semua asumsi yang berkembang di masyarakat, akan tetapi ada
banyak sisi positif koq yang belum diketahui oleh mereka tentang TKI. Bahwa tidak
semua TKI itu berprilaku negatif. Bahkan ada yang bisa mengukir prestasi yang
membanggakan. Seperti suami saya insyaAllah... heheh, Aamiin...
Tidak sedikit teman-teman yang bekerja di luar negeri masih bisa menyempatkan waktunya untuk belajar di tengah-tengah kesibukannya. Ada yang nyambi kuliah, ada yang nyambi menjadi pengurus masjid dan organisasi-organisasi lainnya. Bahkan ada juga yang berhasil menjadi pengusaha juga, bekerja sambil merintis bisnis kecil-kecilan. daaan... masih banyak lagi kegiatan positif yang dilakukan mereka. Sangat membanggakan khan?
Tidak sedikit teman-teman yang bekerja di luar negeri masih bisa menyempatkan waktunya untuk belajar di tengah-tengah kesibukannya. Ada yang nyambi kuliah, ada yang nyambi menjadi pengurus masjid dan organisasi-organisasi lainnya. Bahkan ada juga yang berhasil menjadi pengusaha juga, bekerja sambil merintis bisnis kecil-kecilan. daaan... masih banyak lagi kegiatan positif yang dilakukan mereka. Sangat membanggakan khan?
Bakalan
ditinggal lama??? Hhmmmm....... tenang saja...bukan istri TKI ajah koq yang sering
ditinggal. Tuuuh..., istri para tentara, mereka pun bakal ditinggal lama oleh
suaminya karena tugas negara. Atau... istri para pelaut, itu juga bakalan lama
ditinggal suaminya kan? Daan... masih banyak lagi para istri yang lama tidak
bertemu dengan suami tercinta. Lalu kenapa....??? So what???
Kita
ga usah terlalu galau dengan pikiran orang-orang itu. Kita juga gak usah
terlalu berlarut-larut bersedihnya kalau lagi kangen abis sama sang pujaan hati
heheheh...... (yaah.... Meskipun saya kadang begitu juga sihhh, maklum....
terkadang emosi dan suasana hati suka naik turun...).
Yaaah...
memang bener siih... Jadi istri TKI itu memang
suka makan ati kalau lagi kuaangeeen
beraattt Heheheh... Tapi sebelum kita menyanggupi untuk mendampingi hidupnya, bukankah
kita sudah tau berbagai konsekuensinya?
yang namanya diperantauan apalagi di luar negeri itu memang sudah pasti akan
jarang untuk bisa bertemu dan berduaan. Jadi.... mau makan ati sampe kapan???
Sebelum
membahas lebih jauh tentang seorang TKI dan kenapa saya memilih menjadi istri
seorangTKI, sebaiknya saya perkenalkan diri terlebih dahulu,
Saya
adalah salah satu pengajar di SD Islam di kota Malang, tepatnya saya adalah
seorang guru yang menikah dengan seorang TKI yang saat ini sudah 7 tahun bekerja
di Korea. Saya bangga dengan pekerjaan
saya dan juga profesi suami saya, disamping bekerja sesuai dengan disiplin ilmu yang saya miliki, saya juga
bisa bersosialisasi dengan berbagai kalangan masyarakat.
Saya
sangat bersyukur atas apa yang saya miliki saat ini, Allah telah memberikan
begitu lengkap kebahagiaan dalam hidupku. Allah memberiku teman dan sahabat,
keluarga, serta suami yang semuanya sangat mencintaiku. Tak henti aku mengucap
syukur atas segala nikmat yang Allah telah berikan kepadaku, bukankah Allah
telah berjanji akan menambah nikmat bagi hambanya yang senantiasa bersyukur. Ditengah
penantianku sebagai istri seorang TKI, tentu akan banyak ujian dan tantangan
yang harus kuhadapi sendiri, karena suamiku tengah berada di perantauan untuk menjemput
rizki Allah. Menjadi istri atau pacar seorang TKI adalah hal yang tidak mudah
untuk dijalani oleh semua orang, mengapa begitu…??? Karena ini hanya dapat
dijalani oleh wanita yang special saja, heheh....
Menjalin
hubungan jarak jauh (LDR) dengan tingkat kebersamaan dan komunikasi yang tidak
setiap hari adalah hal yang harus dipenuhi sebagai komitmen dalam menjalani
hubungan bersama seorang TKI. Disinilah kesetian kami diuji, disinilah kesabaran kami
diperhitungkan, dan disinilah janji dan komitmen itu dipertaruhkan.
Saya
akan berbagi pengalaman menjadi seorang istri TKI dengan meng-compare asumsi
masyarakat dan pengalamanku selama ini. Sekedar info aja sich,,,,, saya pacaran
sama suami selama 2,5 tahun, dan akhirnya kami menikah tanggal 24 September 2015.
Waktu yang cukup lama untuk mengenal suami untuk akhirnya aku menerima lamarannya.
Berikut
beberapa asumsi yang beredar di sebagian besar masyarakat.
Ada
yang bilang seorang TKI itu playboy, tukang selingkuh dll...
Jadi
istri seorang TKI itu takut ditinggal selingkuh atau tergoda untuk selingkuh???
Heheheh...., kalo ini mah...... lagi-lagi disenyumin ajah....habisnya... aneh2 aja
sih... Selingkuh itu khan perbuatan dosa. Jadi urusannya langsung sama Allah. Yang
penting kita berusaha untuk selalu setia padanya. Masalah profesinya yang
rentan dengan kejenuhan dalam bekerja dan jauh dengan istri tercinta membuat ia
sesekali berpaling dari kita? Eeiits.... jangan su’udzon dulu dehh... Pekerjaan
di pabrik itu super sibuk dan banyak menguras waktu dan tenaga lho..... Untuk
makan saja terkadang dibatasi waktunya, pulang-pulang
sudah dalam keadaan capek, waktu untuk beristirahatpun seringkali terabaikan
apalagi untuk urusan yang begituan?
Dan
kalau masalah profesi di kait2kan dengan perselingkuhan, toh banyak tuuuh..
suami2 yang kerjanya tidak jauh dari istrinya dan tiap hari bisa ketemu tetep
aja masih pengen selingkuh. Yaa....Saya memang tidak menampik jika kebanyakan
TKI itu Playboy, itu karena saya sendiri seringkali mendapatkan info bahwa
beberapa orang disana bahkan teman suami sendiri memang melakukannya. Tapi...
apa semua itu dipengaruhi oleh profesi? Semua tetap tergantung pribadi masing-masing.
Yang penting kita selalu menjaga kesetiaan kita. Urusan dia mau selingkuh atau
tidak, itu urusan dia dengan Allah Yang Maha Kuasa.
Jadi
buat teman-teman yang mempunyai suami berprofesi sebagai TKI, jangan berkecil
hati yaaah..... kalian adalah wanita special yang hebattt.... Sekali lagi... Bukan hanya kita aja koq yang tiap hari galau
kalau ditinggal suami heheh.....
Semua itu tergantung kita gimana menjalaninya. Kalau dibuat berat, yaaa.... pasti
terasa berat. Sudah berusaha di bikin enjoy ajaa.. masih terasa berat,
hihihi.... galau siiih memang...., kita tidak bisa memungkiri itu, tapi
galaunya sedikit kurangin dengan banyak bersyukur saja sama Allah.
Dalam
hal kesetiaan, seorang TKI memang membutuhkan pendamping yang setia juga,
dikarenakan pekerjaan yang menjadi alasan bahwa dia akan jarang pulang. Bagi teman-teman
yang mempunyai suami seorang TKI, siap-siap saja untuk setia dan bersabar
menanti suami tercinta pulang.
Jadi
semua tergantung pada manusianya saja, pandangan buruk terhadap suami kita
lebih baik dihilangkan saja, sama dengan pandangan buruk mereka yang bekerja di
tempat yang dekat.
Memang
siih...LDR atau Hubungan jarak jauh dengan suami kita memang menyakitkan,
bagaimana tidak sakit dihati karena jarang sekali bertemu padahal urusan cinta
apalagi sudah ada ikatan suami istri pasti sangat membutuhkan kemesraan
bersama. Namun apa daya, profesi dan pekerjaan membuat suami kita rela
meninggalkan keluarga dan orang yang dicintainya dirumah. Santai ajaah... bukan
hanya suami kita saja, para pekerja yang lain pun demikian, contohnya saja
mereka yang suaminya bekerja di pabrik atau dikantor luar kota, sangat mungkin
sekali akan jarang bertemu. Bedanyaaa..... kita lebih lama memendam rindu....
hihihi.....
Daan....Kalau
buat saya sich...., jadi istri seorang TKI itu sih biasa aja deech... (heheh...menghibur
diri).
Tapi
saya bangga menjadi istri-nya.., tepatnya menjadi istri nya Mas Yulianto
itu.... sangat LUAR BIASA.... Subhanallah.... Alhamdulillah...
I
love u so much....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar