Selasa, 25 Oktober 2016

Surat Cinta Untuk Suamiku


Kucurahkan rasa rindu ini melalui surat yang ku tulis ini untukmu.
Suamiku.., Tidak ada hal yang lebih indah daripada mencintai dan dicintai. Aku tak pernah lupa tentang semua cinta yang kau berikan untukku. Aku menulis ini dengan penuh rinduku, dan akupun mencintaimu dengan segenap jiwaku. Tak mudah rasanya menghapus rasa rinduku ini suamiku sayank....
Saat ini Kita memang berjauhan, kau yang gigih bekerja dan aku disini yang masih menunggumu Sambil menyibukkan diriku dengan pekerjaanku juga. Kau dan aku memang sibuk dengan pekerjaan yang berbeda, di tempat yang berbeda. Namun kita tetap mempunyai rindu yang sama khan? Aku sangat suka saat kau sesekali menyebut namaku dengan panggilan “sayank” mu. Aku tak bisa berkata dengan leluasa betapa aku merindukanmu, tapi kau memang tau betapa aku sangat mencintaimu.
Suamiku..., apakah kau tahu? Menulis tentangmu membuat aku lupa bagaimana harus merangkai huruf menjadi kata, menjadi kalimat, sehingga akhirnya menjadi sebuah kisah. Aku merasa Beruntung sekali menjadi pendamping lelaki sepertimu. Sungguh aku bingung bagaimana caranya bersyukur atas anugerah terindah yang Allah hadiahkan untukku.
Suamiku...., kau tahu bukan? Banyak sekali kekurangan yang kumiliki. Kuharap kau bisa menerimanya bukan hanya di bulan pertama, atau ditahun pertama pernikahan kita. Tapi di tahun berikut, berikut, dan berikutnya. Bukankah kita akan selalu menjadi pengantin baru yang akan Saling menyempurnakan? Dan aku akan  terus belajar menjadi perempuan yang seperti kau inginkan. Belajar memahami, belajar ikhlas dan berjiwa besar, dan  belajar menjadi istri sholehah untukmu. Iyaa... Hanya untukmu saja.... Mencintaimu dengan cara sederhanaku yang akan menguatkanmu dan tentu saja juga membahagiakanmu. Sebab Allah mengajarkanku untuk mencintaimu tanpa henti dan tanpa jeda.
            Suamiku..., terima kasih untuk kehadiranmu, untuk kesabaranmu, untuk perhatian, dan untuk cintamu yang membuat aku lupa tentang luka, tentang kesedihan, dan tentang kesulitan. Sungguh aku merindukanmu sepenuh hati dan setulus jiwaku. Aku berharap Allah saja yang menjadi penjaga rindu ini sampai kita menutup mata dan kembali di pertemukan di syurgaNya.
Suamiku sayank..... Aku menulis surat cinta ini agar engkau paham dan tahu seperti apa aku ini yang sebenarnya. Yang perlu kau tahu, aku bukanlah wanita sempurna. Masih banyak kekurangan yang sering kulakukan di hadapanmu. Yang ingin kusampaikan padamu, ajarkan aku untuk menyempurnakan ketidaksempurnaan itu. Denganmu tentunya. Karena aku tahu, bukan aku atau engkau yang sempurna. Tapi kitalah yang membuat pernikahan menjadi sempurna. Kita dan anak-anak kita nanti.
Suamiku.... aku akan menemanimu dalam keadaan apapun. Dan aku akan selalu ada untukmu ketika engkau ingin menceritakan segala kisah pahit dan sedihmu dalam pekerjaanmu. Jangan pernah takut menghadapi masa depan suamiku, karena aku ada untukmu. Begitu sebaliknya. Kita, bersama anak-anak nanti akan selalu bisa menghadapi ujian yang ada. Kesabaran, saling mendukung dan saling menguatkan itu sangat perlu.
Suamiku..... apakah Kau tau apa keinginan terbesar ku? Memandang wajah mu, untuk menghilangkan semua kegelisahan dan keraguan ku. Berjalan berdua dengan mu, menelusuri jalanan cinta sambil bergandengan tangan. Aku merindukan genggaman hangat tangan mu di jariku. Menikmati hari duduk berdua dengan mu, sambil bercerita tentang semua keinginan-keinginan kita. Menghabiskan hari sambil bercanda dengan mu, melepaskan semua kerinduan yang kita punya...
Apakah Kau tau apa keinginan terbesar ku? Aku ingin Menatap mata mu, untuk melihat sebesar apa cinta mu untuk ku. Melihat senyum manis mu, untuk meyakinkan hatiku bahwa cinta mu masih sama seperti ketika pertama kali kau mencintaiku, bahkan aku berharap lebih dari itu. Aku disini masih sendiri, merindukan mu dengan segenap cinta yang ku punya.
Suamiku.... memang terkadang Banyak kesalahpahaman yang terjadi diantara kita, tapi yang paling membuatku semakin menyayangi dan mengagumimu adalah sifat penyabarmu. Meski hal-hal kecil yang terjadi membuat kita salah paham, kadang aku mendiamkanmu dan  "ngambek", tapi kau tetap saja berusaha menegurku dengan kata-kata yang baik. Setelah berlalu semua kesalahpahaman tersebut, aku baru menyadari bahwa betapa beruntungnya aku bersuamikan dirimu.
Terkadang aku ingin sesekali membisikkan kata “aku mencintaimu” ditelingamu disaat kita hanya berdua saja. Saat ini yang paling ingin aku lakukan adalah meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah kulakukan kepadamu. Kesalahan-kesalahanku yang sering membuatmu sakit hati dan membuatmu sedih karena ketidaktahuan ataupun karena kesengajaanku. Aku benar-benar takut bila kau tidak ridho kepadaku. Aku ingin membuatmu bangga dan bahagia karena telah beristrikan diriku. Aku ingin diakhirat kelak bisa bersama denganmu. Jangan pernah berhenti untuk menyayangi dan mencintaiku. Karena didunia ini hanya kaulah tempatku untuk mendapatkan ridho Allah dan berbalas surga.
Suamiku.... Tanpa terasa waktu  1 tahun yang telah kita lewati dalam pernikahan ini telah memberikan banyak pembelajaran dan cinta untuk kita. Meski terkadang kau membuatku marah dan kecewa, tapi kau adalah suami yang mau menerima semua kekuranganku.  Selama ini bukannya aku tidak tahu bila terkadang atau bahkan mungkin sering, ada dari sikapku yang sengaja atau tidak telah melukai hatimu. Ma'af, bila selama ini aku telah membuatmu kecewa dengan kekuranganku dalam menyenangkanmu. Ma'af, bila selama ini aku telah membuatmu lelah karena telah berusaha keras mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhanku. Ma'af, bila selama ini aku telah membuatmu marah karena tidak mengerti tentang keinginan-keinginanmu. Dan maaf untuk semua kesalahan-kesalahan yang telah aku lupa.
Suamiku.... aku hanya ingin kau sedikit saja bisa mengerti diriku. Ketika aku lelah, ada saatnya aku lepas kontrol dan ingin marah pada keadaan. Namun, janganlah pernah kau sebut aku sebagai istri yang durhaka karena kemarahan-kemarahan kecil ku akibat kelelahan dan banyaknya pikiran-pikiran yang menari lincah dalam otak ku.
Maafkan salahku, maafkan kemarahanku. Aku hanya tulang rusukmu yang paling bengkok. Apabila aku bengkok dan salah, jangan coba kau luruskan aku, karena aku akan patah. Tapi berilah aku pengertian dan kelembutan, maka hatiku pun akan luluh.
Jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan dan menasehatiku. Jangan pernah lelah untuk memberikan yang terbaik untukku. Dan sekali lagi aku memintamu Jangan pernah berhenti untuk menyayangi dan mencintaiku.
Beberapa tahun lamanya aku mengenal mu dan menjalani kisah bersamamu.
Saat pertama kali kulihat wajahmu waktu itu. Naluriku berkata bahwa kelak kaulah yang jadi pendampingku. Seseorang yang akan meminjamkan bahunya untukku ketika aku menangis.
Seseorang yang kuinginkan untuk hidup denganku selamanya. Seseorang yang bisa membawakan kebahagiaan dan ketenagan dalam hatiku
Suamiku Sayank...
Kuingin engkau tahu kalau kau begitu indah. Bukan kata-kata, harta, ketampanan, atau janji yang aku inginkan darimu. Tapi yang aku inginkan adalah kesalihan ketulusan dan kejujuran hingga akhir hayatku.
Aku rela dan ikhlas menjalani hidup denganmu karena Allah, dan aku siap menjadi isteri dan ibu yang baik buat keluarga kecil kita..
Aku ingin menjadi seorang khadijah untukmu.
Tapi aku  juga menuntutmu untuk mengikuti sosok Rasulullah Yang tidak pernah menyakiti hati khadijah sedikitpun.
Mungkin aku belum bisa menjadi istri yang sempurna bagimu, tapi aku akan berusaha keras untuk melakukan yang terbaik yang aku bisa untukmu. Mungkin aku bukan istri yang istimewa bagimu, tapi aku berusaha menjadi yang terbaik bagimu. Mungkin aku bukan istri yang kau inginkan, tapi aku berusaha untuk selalu menjadi yang terdepan dalam menjaga kehormatanmu. Mungkin aku bukan istri yang terbaik dihatimu, tapi aku selalu berusaha untuk menjadikan keluarga kita sakinah selamanya....sampai di syurga...
Aku mencintaimu
Aku menyayangimu


Dari Istrimu yang selalu merindukanmu

Minggu, 09 Oktober 2016

Menjadi Istri Seorang TKI So What???




Suatu ketika dan setiap kali ada orang bertanya pada saya. "Suaminya kerja dimana?" Jawabku pasti, "kerjanya jauuh.... di luar negeri". Dan lanjut si penanya, "Wah... TKI ya?, duuuh....". “Kok bisa kuat sih jadi istri TKI…???” , “kalau saya yang ngalamin, pasti dah gak kuat deeh..., ditinggal suami sehari saja, saya sudah bingung harus ngapain.” Ujarnya.
Tidak sedikit yang menanyakan kepulangan suami saya. “kapan suaminya pulang?” Bahkan tidak sedikit juga  yang merasa kasihan terhadap saya, tidak ada suami disamping saya, terlebih saya hanya baru menikah 1,5 bulan kemudian ditinggal dalam waktu yang lama. Saya cuma senyum2 ajah... Meskipun dalam hati sebenarnya saya bertanya, “emangnya kenapa yaa.. kalo suamiku TKI?". Saya nggak tau apa yang ada dalam pikiran mereka kalau denger profesi seorang TKI. Perasaan..... biasa saja dech jadi istri TKI. Selama ini saya enjoy saja menjalani kehidupan bersama suamiku. Memang siih...banyak diluar sana desas-desus yang mengecilkan seorang TKI, tanggapan negatif terlebih yang sering kudengar. Ada yang mengatakan seorang TKI itu identik dengan banyak wanita, playboy sejati atauu… gemar melakukan hal negatif. Yaaah....Aku memang tidak menampik semua asumsi yang berkembang di masyarakat, akan tetapi ada banyak sisi positif koq yang belum diketahui oleh mereka tentang TKI. Bahwa tidak semua TKI itu berprilaku negatif. Bahkan ada yang bisa mengukir prestasi yang membanggakan. Seperti suami saya insyaAllah... heheh, Aamiin...
Tidak sedikit teman-teman yang bekerja di luar negeri masih bisa menyempatkan waktunya untuk belajar di tengah-tengah kesibukannya. Ada yang nyambi kuliah, ada yang nyambi menjadi pengurus masjid dan organisasi-organisasi lainnya. Bahkan ada juga yang berhasil menjadi pengusaha juga, bekerja sambil merintis bisnis kecil-kecilan. daaan... masih banyak lagi kegiatan positif yang dilakukan mereka. Sangat membanggakan khan?
Bakalan ditinggal lama??? Hhmmmm....... tenang saja...bukan istri TKI ajah koq yang sering ditinggal. Tuuuh..., istri para tentara, mereka pun bakal ditinggal lama oleh suaminya karena tugas negara. Atau... istri para pelaut, itu juga bakalan lama ditinggal suaminya kan? Daan... masih banyak lagi para istri yang lama tidak bertemu dengan suami tercinta. Lalu kenapa....??? So what???
Kita ga usah terlalu galau dengan pikiran orang-orang itu. Kita juga gak usah terlalu berlarut-larut bersedihnya kalau lagi kangen abis sama sang pujaan hati heheheh...... (yaah.... Meskipun saya kadang begitu juga sihhh, maklum.... terkadang emosi dan suasana hati suka naik turun...).
Yaaah...  memang bener siih... Jadi istri TKI itu memang  suka makan ati kalau lagi kuaangeeen beraattt Heheheh... Tapi sebelum kita menyanggupi untuk mendampingi hidupnya, bukankah kita sudah tau berbagai konsekuensinya? yang namanya diperantauan apalagi di luar negeri itu memang sudah pasti akan jarang untuk bisa bertemu dan berduaan. Jadi.... mau makan ati sampe kapan???

Sebelum membahas lebih jauh tentang seorang TKI dan kenapa saya memilih menjadi istri seorangTKI, sebaiknya saya perkenalkan diri terlebih dahulu,
Saya adalah salah satu pengajar di SD Islam di kota Malang, tepatnya saya adalah seorang guru yang menikah dengan seorang TKI yang saat ini sudah 7 tahun bekerja di Korea. Saya  bangga dengan pekerjaan saya dan juga profesi suami saya, disamping bekerja sesuai dengan disiplin ilmu yang saya miliki, saya juga bisa bersosialisasi dengan berbagai kalangan masyarakat.
Saya sangat bersyukur atas apa yang saya miliki saat ini, Allah telah memberikan begitu lengkap kebahagiaan dalam hidupku. Allah memberiku teman dan sahabat, keluarga, serta suami yang semuanya sangat mencintaiku. Tak henti aku mengucap syukur atas segala nikmat yang Allah telah berikan kepadaku, bukankah Allah telah berjanji akan menambah nikmat bagi hambanya yang senantiasa bersyukur. Ditengah penantianku sebagai istri seorang TKI, tentu akan banyak ujian dan tantangan yang harus kuhadapi sendiri, karena suamiku tengah berada di perantauan untuk menjemput rizki Allah. Menjadi istri atau pacar seorang TKI adalah hal yang tidak mudah untuk dijalani oleh semua orang, mengapa begitu…??? Karena ini hanya dapat dijalani oleh wanita yang special saja, heheh....
Menjalin hubungan jarak jauh (LDR) dengan tingkat kebersamaan dan komunikasi yang tidak setiap hari adalah hal yang harus dipenuhi sebagai komitmen dalam menjalani hubungan bersama seorang TKI. Disinilah kesetian kami  diuji, disinilah kesabaran kami diperhitungkan, dan disinilah janji dan komitmen  itu dipertaruhkan.
Saya akan berbagi pengalaman menjadi seorang istri TKI dengan meng-compare asumsi masyarakat dan pengalamanku selama ini. Sekedar info aja sich,,,,, saya pacaran sama suami selama 2,5 tahun, dan akhirnya kami menikah tanggal 24 September 2015. Waktu yang cukup lama untuk mengenal suami untuk akhirnya aku menerima lamarannya.
Berikut beberapa asumsi yang beredar di sebagian besar masyarakat.
Ada yang bilang seorang TKI itu playboy, tukang selingkuh dll...
Jadi istri seorang TKI itu takut ditinggal selingkuh atau tergoda untuk selingkuh??? Heheheh...., kalo ini mah...... lagi-lagi disenyumin ajah....habisnya... aneh2 aja sih... Selingkuh itu khan perbuatan dosa. Jadi urusannya langsung sama Allah. Yang penting kita berusaha untuk selalu setia padanya. Masalah profesinya yang rentan dengan kejenuhan dalam bekerja dan jauh dengan istri tercinta membuat ia sesekali berpaling dari kita? Eeiits.... jangan su’udzon dulu dehh... Pekerjaan di pabrik itu super sibuk dan banyak menguras waktu dan tenaga lho..... Untuk makan saja terkadang dibatasi waktunya,  pulang-pulang sudah dalam keadaan capek, waktu untuk beristirahatpun seringkali terabaikan apalagi untuk urusan yang begituan?
Dan kalau masalah profesi di kait2kan dengan perselingkuhan, toh banyak tuuuh.. suami2 yang kerjanya tidak jauh dari istrinya dan tiap hari bisa ketemu tetep aja masih pengen selingkuh. Yaa....Saya memang tidak menampik jika kebanyakan TKI itu Playboy, itu karena saya sendiri seringkali mendapatkan info bahwa beberapa orang disana bahkan teman suami sendiri memang melakukannya. Tapi... apa semua itu dipengaruhi oleh profesi? Semua tetap tergantung pribadi masing-masing. Yang penting kita selalu menjaga kesetiaan kita. Urusan dia mau selingkuh atau tidak, itu urusan dia dengan Allah Yang Maha Kuasa.
Jadi buat teman-teman yang mempunyai suami berprofesi sebagai TKI, jangan berkecil hati yaaah..... kalian adalah wanita special yang hebattt.... Sekali lagi... Bukan hanya kita aja koq yang tiap hari galau kalau ditinggal suami ‎​​​heheh..... Semua itu tergantung kita gimana menjalaninya. Kalau dibuat berat, yaaa.... pasti terasa berat. Sudah berusaha di bikin enjoy ajaa.. masih terasa berat, hihihi.... galau siiih memang...., kita tidak bisa memungkiri itu, tapi galaunya sedikit kurangin dengan banyak bersyukur saja sama Allah.
Dalam hal kesetiaan, seorang TKI memang membutuhkan pendamping yang setia juga, dikarenakan pekerjaan yang menjadi alasan bahwa dia akan jarang pulang. Bagi teman-teman yang mempunyai suami seorang TKI, siap-siap saja untuk setia dan bersabar menanti suami tercinta pulang.
Jadi semua tergantung pada manusianya saja, pandangan buruk terhadap suami kita lebih baik dihilangkan saja, sama dengan pandangan buruk mereka yang bekerja di tempat yang dekat.
Memang siih...LDR atau Hubungan jarak jauh dengan suami kita memang menyakitkan, bagaimana tidak sakit dihati karena jarang sekali bertemu padahal urusan cinta apalagi sudah ada ikatan suami istri pasti sangat membutuhkan kemesraan bersama. Namun apa daya, profesi dan pekerjaan membuat suami kita rela meninggalkan keluarga dan orang yang dicintainya dirumah. Santai ajaah... bukan hanya suami kita saja, para pekerja yang lain pun demikian, contohnya saja mereka yang suaminya bekerja di pabrik atau dikantor luar kota, sangat mungkin sekali akan jarang bertemu. Bedanyaaa..... kita lebih lama memendam rindu.... hihihi.....
Daan....Kalau buat saya sich...., jadi istri seorang TKI itu sih biasa aja deech... (heheh...menghibur diri).
Tapi saya bangga menjadi istri-nya.., tepatnya menjadi istri nya Mas Yulianto itu.... sangat LUAR BIASA.... Subhanallah.... Alhamdulillah...
I love u so much....

Jumat, 30 September 2016

Do'a Untuk Suamiku




Ya Allah ya Rabb...,
Hamba berdoa untuk seseorang yang sangat hamba sayangi, Yang saat ini sedang berada jauh dariku  demi menjemput rizkimu. Limpahkanlah keberkahan untuknya.

Ya Allah ya rahiim.... ku titipkan ia padamu. Berikanlah suami hamba perlindunganMu, penjagaanMu, serta keselamatanMu. Karena hanya engkaulah yang mampu berkuasa atas dirinya.

Ya Allah yang Maha Perkasa, suami hamba bukanlah orang yang kuat, maka berikanlah ia kekuatan agar ia dapat bekerja dengan semangat, sehingga semua urusan pekerjaanya menjadi lancar.

Ya Allah yaa ‘Aliim.... suami hamba bukanlah orang yang pintar. Maka berikanlah ia akal, agar dapat menggunakan pemikirannya yang baik untuk perbuatan yang baik, jauhkanlah ia dari pemikiran-pemikiran yang tidak baik yang dapat menjerumuskannya.

Ya Allah ya Shobuur...
Berikanlah ia kesabaran, agar ia dapat menahan segala amarah dan emosinya. Berikanlah ia ketabahan, keikhlasan dan hati yang lapang ketika sedang dirundung masalah, rasa duka dan ujian dariMu.

Ya Allah ya Razaq...
Berikanlah ia kemudahan untuk menjemput rizkimu untuk kami di sini.

Ya Allah ya Tuhanku, pemilik hatinya...
Ketuklah pintu hatinya agar ia tak pernah lalai dalam menjalankan kewajibannya dalam beribadah kepadaMu.

Ya Allah ya Tuhanku Maha Penjaga dan Pemberi Keselamatan,
Jagalah ia selalu agar selamat dan lindunganmu.
Aaamiin...

Minggu, 11 Januari 2015

Sejuta Cinta Odojer


oleh: Lailatul Nuroniyah, S.PdI

SELALU ada keajaiban mencintai Al Quran. Itu testimoni Odojer (komunitas One Day One Juz atau Odojer) dalam buku Sejuta Cinta dari Odojer. Awal Desember 2014 lalu Odoj Malang membedah buku karya Icha Solicha dan Muhammad Affandy yang pula hadir sebagai pemateri di hajatan Islamic Book Fair. Penulis yang juga pengurus Odoj Malang Raya ini mengisahkan, buku tersebut lahir dan tersusun atas cinta Odojer untuk para sahabat Odoj dan calon Odojer, dengan harapan setelah membacanya akan menambah semangat mencintai Al Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Buku perdana Odojer Malang ini merupakan kumpulan kisah dan pengalaman anggota Odojer di Indonesia yang diterbitkan Odoj Malang Raya bersamaan grand launching Odoj bidang dana dan usaha. Diawali kisah Cicilan Utang Bunda Dipy yang menyentuh, buku ini juga mengisahkan kegiatan-kegiatan Odoj yang tak sebatas bertilawah. Setiap hari ada Odoj Spirit Message (OSM), tajwid ceria dan berbagai artikel penggugah semangat agar Odojer dekat dengan Allah dan Al Quran.

Ada juga jurus jitu agar khatam Al Quran dalam satu hari dengan metode atau jurus kura-kura, kerbau, lebah, paus, hingga jurus kuda pacu. Ada juga ilmu parenting, kegiatan Odoj peduli Kelud, dan cerita-cerita menarik lainnya. Kisah tak kalah menarik dalam buku ini adalah Odoj Adventure. Jangan berpikir bahwa Odoj hanya bertilawah saja, di Odoj pun ada traveling bersama yang diadakan Odoj Adventure. Berawal dari kesamaan hobi dan kekuatan ukhuwah, Odojer pun ternyata pernah mengkhatamkan Al Quran di puncak Mahameru dan puncak bayangan gunung Penanggungan di Jawa Timur.

Di akhir ulasannya, Icha berharap dengan semakin banyaknya pembaca buku ini, maka semakin banyak pula virus Odoj tertebar ke seluruh lapisan umat Islam di manapun mereka berada. Ia juga berharap buku ini menjadi motivasi para Odojer untuk tetap istiqomah dalam berodoj dan menjadi inspirasi calon odojer untuk bergabung di komunitas pecinta Al Quran ini.


 

Karya ku

Bahagia ituu....,
Ketika saya merasa bermanfaat untuk orang lain,
Yaah, teringat sebuah hadits yang menyebutkan :”khairunnas anfa’ahum linnaas”
Sebaik2nya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain.
Apapun itu, entah itu sebuah kebaikan yang kita berikan, atau sebuah karya yang dapat dinikmati dan bermanfaat untuk orang lain.
Seperti halnya yang sedang saya pelajari sekarang ini, melalui sebuah karya tulisan, saya berharap karya saya dapat bermanfaat bagi orang2 yang membacanya.
Ada sebuah quote yang menarik, dan saya rasa itu memang benar.

“dengan membaca, kau akan mengenal dunia. Dan dengan menulis, dunia akan mengenalmu”

Meskipun secara materi tidak seberapa yang kita dapatkan, namun ada kepuasan tersendiri di dalam hati ketika karya kita bisa dinikmati. Apalagi dapat apresiasi, atau sekedar ucapan selamat dan support, hhmm... senneng nya tuuuh di sini... J

Kali ini saya akan memposting beberapa contoh karya yang sempat dipublikasikan, sebagai support juga untuk semuanya.