Kucurahkan rasa rindu ini
melalui surat yang ku tulis ini untukmu.
Suamiku.., Tidak ada hal yang
lebih indah daripada mencintai dan dicintai. Aku tak pernah lupa tentang semua
cinta yang kau berikan untukku. Aku menulis ini dengan penuh rinduku, dan akupun
mencintaimu dengan segenap jiwaku. Tak mudah rasanya menghapus rasa rinduku ini
suamiku sayank....
Saat ini Kita memang
berjauhan, kau yang gigih bekerja dan aku disini yang masih menunggumu Sambil
menyibukkan diriku dengan pekerjaanku juga. Kau dan aku memang sibuk dengan
pekerjaan yang berbeda, di tempat yang berbeda. Namun kita tetap mempunyai rindu
yang sama khan? Aku sangat suka saat kau sesekali menyebut namaku dengan
panggilan “sayank” mu. Aku tak bisa berkata dengan leluasa betapa aku
merindukanmu, tapi kau memang tau betapa aku sangat mencintaimu.
Suamiku..., apakah kau tahu?
Menulis tentangmu membuat aku lupa bagaimana harus merangkai huruf menjadi
kata, menjadi kalimat, sehingga akhirnya menjadi sebuah kisah. Aku merasa Beruntung
sekali menjadi pendamping lelaki sepertimu. Sungguh aku bingung bagaimana
caranya bersyukur atas anugerah terindah yang Allah hadiahkan untukku.
Suamiku...., kau tahu bukan?
Banyak sekali kekurangan yang kumiliki. Kuharap kau bisa menerimanya bukan
hanya di bulan pertama, atau ditahun pertama pernikahan kita. Tapi di tahun
berikut, berikut, dan berikutnya. Bukankah kita akan selalu menjadi pengantin
baru yang akan Saling menyempurnakan? Dan aku akan terus belajar menjadi perempuan yang seperti
kau inginkan. Belajar memahami, belajar ikhlas dan berjiwa besar, dan belajar menjadi istri sholehah untukmu. Iyaa...
Hanya untukmu saja.... Mencintaimu dengan cara sederhanaku yang akan
menguatkanmu dan tentu saja juga membahagiakanmu. Sebab Allah mengajarkanku untuk
mencintaimu tanpa henti dan tanpa jeda.
Suamiku..., terima kasih untuk
kehadiranmu, untuk kesabaranmu, untuk perhatian, dan untuk cintamu yang membuat
aku lupa tentang luka, tentang kesedihan, dan tentang kesulitan. Sungguh aku
merindukanmu sepenuh hati dan setulus jiwaku. Aku berharap Allah saja yang
menjadi penjaga rindu ini sampai kita menutup mata dan kembali di pertemukan di
syurgaNya.
Suamiku sayank..... Aku
menulis surat cinta ini agar engkau paham dan tahu seperti apa aku ini yang
sebenarnya. Yang perlu kau tahu, aku bukanlah wanita sempurna. Masih banyak
kekurangan yang sering kulakukan di hadapanmu. Yang ingin kusampaikan padamu,
ajarkan aku untuk menyempurnakan ketidaksempurnaan itu. Denganmu tentunya.
Karena aku tahu, bukan aku atau engkau yang sempurna. Tapi kitalah yang membuat
pernikahan menjadi sempurna. Kita dan anak-anak kita nanti.
Suamiku.... aku akan
menemanimu dalam keadaan apapun. Dan aku akan selalu ada untukmu ketika engkau
ingin menceritakan segala kisah pahit dan sedihmu dalam pekerjaanmu. Jangan
pernah takut menghadapi masa depan suamiku, karena aku ada untukmu. Begitu
sebaliknya. Kita, bersama anak-anak nanti akan selalu bisa menghadapi ujian
yang ada. Kesabaran, saling mendukung dan saling menguatkan itu sangat perlu.
Suamiku..... apakah Kau tau
apa keinginan terbesar ku? Memandang wajah mu, untuk menghilangkan semua
kegelisahan dan keraguan ku. Berjalan berdua dengan mu, menelusuri jalanan
cinta sambil bergandengan tangan. Aku merindukan genggaman hangat tangan mu di
jariku. Menikmati hari duduk berdua dengan mu, sambil bercerita tentang semua
keinginan-keinginan kita. Menghabiskan hari sambil bercanda dengan mu,
melepaskan semua kerinduan yang kita punya...
Apakah Kau tau apa keinginan
terbesar ku? Aku ingin Menatap mata mu, untuk melihat sebesar apa cinta mu
untuk ku. Melihat senyum manis mu, untuk meyakinkan hatiku bahwa cinta mu masih
sama seperti ketika pertama kali kau mencintaiku, bahkan aku berharap lebih
dari itu. Aku disini masih sendiri, merindukan mu dengan segenap cinta yang ku
punya.
Suamiku.... memang terkadang Banyak
kesalahpahaman yang terjadi diantara kita, tapi yang paling membuatku semakin
menyayangi dan mengagumimu adalah sifat penyabarmu. Meski hal-hal kecil yang
terjadi membuat kita salah paham, kadang aku mendiamkanmu dan "ngambek", tapi kau tetap saja berusaha
menegurku dengan kata-kata yang baik. Setelah berlalu semua kesalahpahaman
tersebut, aku baru menyadari bahwa betapa beruntungnya aku bersuamikan dirimu.
Terkadang aku ingin sesekali
membisikkan kata “aku mencintaimu” ditelingamu disaat kita hanya berdua saja. Saat
ini yang paling ingin aku lakukan adalah meminta maaf atas semua kesalahan yang
pernah kulakukan kepadamu. Kesalahan-kesalahanku yang sering membuatmu sakit
hati dan membuatmu sedih karena ketidaktahuan ataupun karena kesengajaanku. Aku
benar-benar takut bila kau tidak ridho kepadaku. Aku ingin membuatmu bangga dan
bahagia karena telah beristrikan diriku. Aku ingin diakhirat kelak bisa bersama
denganmu. Jangan pernah berhenti untuk menyayangi dan mencintaiku. Karena didunia
ini hanya kaulah tempatku untuk mendapatkan ridho Allah dan berbalas surga.
Suamiku.... Tanpa terasa waktu
1 tahun yang telah kita lewati dalam
pernikahan ini telah memberikan banyak pembelajaran dan cinta untuk kita. Meski
terkadang kau membuatku marah dan kecewa, tapi kau adalah suami yang mau
menerima semua kekuranganku. Selama ini
bukannya aku tidak tahu bila terkadang atau bahkan mungkin sering, ada dari
sikapku yang sengaja atau tidak telah melukai hatimu. Ma'af, bila selama ini
aku telah membuatmu kecewa dengan kekuranganku dalam menyenangkanmu. Ma'af,
bila selama ini aku telah membuatmu lelah karena telah berusaha keras mencari
nafkah untuk memenuhi kebutuhanku. Ma'af, bila selama ini aku telah membuatmu
marah karena tidak mengerti tentang keinginan-keinginanmu. Dan maaf untuk semua
kesalahan-kesalahan yang telah aku lupa.
Suamiku.... aku hanya ingin
kau sedikit saja bisa mengerti diriku. Ketika aku lelah, ada saatnya aku lepas
kontrol dan ingin marah pada keadaan. Namun, janganlah pernah kau sebut aku
sebagai istri yang durhaka karena kemarahan-kemarahan kecil ku akibat kelelahan
dan banyaknya pikiran-pikiran yang menari lincah dalam otak ku.
Maafkan salahku, maafkan
kemarahanku. Aku hanya tulang rusukmu yang paling bengkok. Apabila aku bengkok
dan salah, jangan coba kau luruskan aku, karena aku akan patah. Tapi berilah
aku pengertian dan kelembutan, maka hatiku pun akan luluh.
Jangan pernah bosan untuk
selalu mengingatkan dan menasehatiku. Jangan pernah lelah untuk memberikan yang
terbaik untukku. Dan sekali lagi aku memintamu Jangan pernah berhenti untuk
menyayangi dan mencintaiku.
Beberapa tahun lamanya aku mengenal
mu dan menjalani kisah bersamamu.
Saat pertama kali kulihat
wajahmu waktu itu. Naluriku berkata bahwa kelak kaulah yang jadi pendampingku. Seseorang
yang akan meminjamkan bahunya untukku ketika aku menangis.
Seseorang yang kuinginkan
untuk hidup denganku selamanya. Seseorang yang bisa membawakan kebahagiaan dan
ketenagan dalam hatiku
Suamiku Sayank...
Kuingin engkau tahu kalau kau
begitu indah. Bukan kata-kata, harta, ketampanan, atau janji yang aku inginkan
darimu. Tapi yang aku inginkan adalah kesalihan ketulusan dan kejujuran hingga
akhir hayatku.
Aku rela dan ikhlas menjalani
hidup denganmu karena Allah, dan aku siap menjadi isteri dan ibu yang baik buat
keluarga kecil kita..
Aku ingin menjadi seorang
khadijah untukmu.
Tapi aku juga menuntutmu untuk mengikuti sosok
Rasulullah Yang tidak pernah menyakiti hati khadijah sedikitpun.
Mungkin aku belum bisa menjadi
istri yang sempurna bagimu, tapi aku akan berusaha keras untuk melakukan yang
terbaik yang aku bisa untukmu. Mungkin aku bukan istri yang istimewa bagimu,
tapi aku berusaha menjadi yang terbaik bagimu. Mungkin aku bukan istri yang kau
inginkan, tapi aku berusaha untuk selalu menjadi yang terdepan dalam menjaga
kehormatanmu. Mungkin aku bukan istri yang terbaik dihatimu, tapi aku selalu
berusaha untuk menjadikan keluarga kita sakinah selamanya....sampai di
syurga...
Aku mencintaimu
Aku menyayangimu
Dari Istrimu
yang selalu merindukanmu


